Buku ini menjelaskan tentang
pengertian,maksud dan tujuan filsafat secara umum disamping secara� rinci memaparkan fisafat yang begitu populer
akhir-akhir ini yaitu filsafat analitis dan strukturalisme. Sebagai penguat,
pengarang juga menerapkan lebih jauh cabang-cabang filsafat yang pernah
mendunia antara lain, filsafat Yunani, filsafat abad pertengahan, pemikiran
filsafat di timur dan juga filsafat moderen.
Asmoro Asmadi adalah staf
pengajar di Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang dalam mata kuliah
filsafat umum. Beliau dalam kata pengantarnya menyarankan agar mempelajari filsafat
dengan cara tersendiri, kajian terhadap filsafat tidak bertolak pada definisi-definisi
yang ada, dan �pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan sejarah.
Pada bagian pertama buku ini
menjelaskan tentang pengetian filsafat, objek materi dan� objek forma filsafat, ciri-ciri pemikiran
filsafat, cabang-cabang filsafat, kedudukan ilmu, filsafat dan agama, kegunaan
mempelajari filsafat, metode-metode filsafat dan sejarah kelahiran filsafat.
Menurut etimologi� filsafat adalah mencintai kebijaksanaan,
konsep Plato memberi istilah
dialektika yang berarti seni berdiskusi, konsep Cicero menyebutnya sebagai ibu dari semuai seni, konsep Al Farabi adalah menyelidiki hakikat
sebenarnya dari segala yang ada, konsep Rene
Descartes menyatakan kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia
menjadi pokok penyelidikan. Dari keragaman pengertian filsafat tersebut.
Penulis memberikan suatu konsep bahwa filsafat mempunyai pengertian yang multi
dimensi.
Filsafat dikatakan sebagai ilmu
karena filsafat mengandung empat pertanyaan ilmiah yaitu : bagaimana, mengapa,
kemana dan apa. Pertanyaan bagaimana
mengandung sifat-yang dapat ditangkap atau tampak oleh indera, jawaban yang
diperoleh bersifat deskriptif. Pertanyaan mengapa
mengandung sebab (asal mula) suatu obyek, jawaban yang diperoleh bersifat
kausalitas. Pertanyaan kemana
menanyakan tantang apa yang terjadi dimasa lampau, sekarang dan yang akan datang,
pengetahuan yang diperoleh adalah: pengetahuan yang timbul dari hal yang selalu
berulang dapat dijadikan sebagai pedoman, �pengetahuan yang terkandung dalam adat
istiadat atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat dan pengetahuan yang
timbul dari pedoman yang dipakai (hukum) sebagai suatu hal yang dijadikan
pegangan. Pertanyaan apakah menanyakan
tentang hakikat atau inti mutlak dari suatu hal, jawaban yang diperoleh
mengetahui hal-hal yang sifatnya sangat umum, universal dan� abstrak.
�
Ciri-ciri pemikiran filsafat
yaitu: sangat umum, tidak faktual artinya membuat dugaan-dugaan yang masuk akal
dengan tidak berdasarkan pada bukti �tetapi bukan berarti tidak ilmiah, bersangkutan
dengan nilai �dimana penilaian yang
dimaksud adalah yang baik dan buruk yang susila dan asusila, berkaitan dengan
arti, dan implikatif. .
Adapun kegunaan mempelajari
filsafat adalah : Menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membantu menyelesaikan
masalah dengan bijaksana, membuat manusia lebih hidup lebih tanggap (peka)
terhadap diri dan lingkungannya, membantu manusia untuk mengetahui mana yang
pantas ditolak dan mana yang pantas disetujui. ���
Bagian lain �buku ini membahas tentang filsafat Yunani,
dimana filsafat Yunani terbagi menjadi dua periode yaitu periode Yunani kuno
dan periode Yunani klasik.Periode Yunani kuno disebut periode filsafat alam,
karena pada periode ini ditandai dengan munculnya ahli pikir alam dimana arah
dan perhatian pemikirannya pada alam sekitarnya. Pernyataan-pernyataan yang dibuat bersifat
filsafati (berdasar akal pikir) dan tidak berdasar pada mitos.� Ahli pikir alam antara lain, adalah Thales, Anaximandros,
dan Pythagoras. Periode Yunani klasik merupakan periode perkembangan filsafat
yang sangat pesat, aliran yang mengawali periode Yunani kalasik adalah� sofisme (cerdik pandai). Ahli pikir Yunani
klasik antara lain, Socretes menyelidiki manusia secara keseluruhan yaitu
dengan menghargai nilai-nilai jasmaniah dan rohaniah,� dimana keduanya tidak dapat dipisahkan. Plato mencoba menyelesaikan
permasalahan lama : mana yang benar yang berubah-ubah (Heracleitos) atau yang
tetap (Parmenides), antara pengetahuan lewat indera dan pengetahuan lewat akal.
sebagai penyelesaian persoalan. Ia menerangkan bahawa manusia sesungguhnya
berada dalam dua dunia yaitu dunia pengalaman yang bersifat tidak tetap, dan
dunia ide yang bersifat� tetap. Dunia
pengalaman merupakan bayang-bayang dunia ide sedang dunia ide merupakan dunia
sesungguhnya. Pemikiran Aristoteles antara lain: ajaran tentang logika,
silogisme, pengelompokan ilmu pengetahuan, potensia dan dinamika, pengenalan
etika dan Negara.
�Bagian ketiga buku ini menjelaskan tentang
filsafat barat abad pertengahan. Filsafat barat abad petengahan (476-1492) dapat
dikatakan sebagai �abad gelap� karena berdasarkan pada pendekatan sejarah
gereja, saat itu tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia, sehingga
manusia tidak lagi memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi dirinya . Masa abad pertengahan dibagi menjadi 2
(dua) masa yaitu masa Patristik dan masa Skolastik.
Masa patristik, para ahli pikir beragam pemikirannya ada yang menolak
filsafat Yunani dan ada yang menerimanya, yang menolak adalah karena mereka
sudah mempunyai sumber kebenaran yaitu firman Tuhan dan tidak dibenarkan
mencari kebenaran lain seperti filsafat Yunani, sedang yang menerima
beranggapan bahwa walau telah ada sumber kebenaran, tetapi tidak ada salahnya
menggunakan filsafat Yunani, yang diambil tata cara berpikirnya, ahli pikir patristik
antara lain: �Justinus martir, Klemens,
Tertullianus, Augustinus. Aliran skolastik berkaitan dengan sekolah dan
merupakan corak khas dari sejarah filsafat abad pertengahan. Filsafat
skolastik adalah filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama, filsafat yang
mengabdi kepada teologi, atau filsafat yang rasional memecahkan
persolan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada, kejasmanian, kerohanian, baik
buruk, �filsafat yang termasuk jajaran
pengetahuan kodrat, akan dimasukkan ke dalam bentuk sintesa yang lebih tinggi
antara kepercayaan dan akal, filsafat Nasrani, karena banyak dipengaruhi oleh
ajaran gereja, ahli pikir skolastik antara lain, Peter Abaelardus, Albertus
Magnus, Thomas Aquinas, William Ockham.�
Pemikiran filsafat di timur
mengemukakan tentang filsafat India,
filsafat Tiongkok, dan �filsafat Islam. Filsafat
India berkembang dan menjadi
satu dengan agama sehingga pemikiran filsafatnya bersifat religius dan tujuan
akhirnya mencari keselamatan akhirat Filsafat India terbagi menjadi : �Zaman
Weda �pemikiran filsafat berupa
mantera-mantera dan pujian keagamaan, Zaman
Wira Carita �pemikiran filsafat
berupa tulisan-tlisan tentang kepahlawanan dan tentang hubungan� manusia dengan dewa. Zaman� Sastra Sutra diisi
oleh semakin banyaknya bahan-bahan pemikiran filsafat (sutra), dengan ditandai
dengan lahirnya tokoh-tokoh seperti Sankara, Ramanuja, Madhwa, dan lainnya. Zaman Kemunduran �diisi oleh pemikiran filsafat yang mandul,
karena para ahli pikir hanya menirukan pemikiran filsafat yang lampau saja. Zaman Pembaharuan �diisi oleh kebangkitan pemikiran filsafat India,yang
mnejadi pelopornya Ram Mohan Ray seorang pembaharu yang mendapatkan pendidikan
di Barat.
Filsafat Tiongkok dapat dikatakan
hidup dalam kebudayaan Tiongkok. Hal ini disebabkan karena pemikiran filsafat
selalu diberikan dalam� setiap jenjang
pendidikan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Menurut rakyat
Tiongkok fungsi filsafat� dalam kehidupan
manusia adalah untuk mempertinggi tingkat rohani. Di Tiongkok ada dua aliran yang mendominasi
pemikiran rakyat yaitu Confusianisme dan Taoisme.
Filsafat Islam dibagi dalam beberapa periode (a). Periode Mu�tazilah yaitu
periode yang mendahulukan pemakaian akal pikiran� kemudian diselaraskan dengan Al-Qur�an dan
Al-Hadits. Menurut mereka , Al-Qur�an dan Al-Hadits tidak mungkin bertentangan
dengan akal pikiran.(b). Periode Filsafat Pertama upaya pendahuluannya adalah
diadakan pengumpulan naskah-naskah filsafat Yunani, kemudian diterjemahkan. (c).
Periode kalam Asy�ari adalah periode memperkokoh akidah Islam.(d) Periode
filsafat kedua merupakan prestasi besar dan sebagai mata rantai hubungan Islam
dari Timur ke Eropa. Inilah sumbangan Islam terhadap Eropa yang dapat membawa
kebebasan berpikir.
Filsafat modern dimulai sejak
adanya krisis zaman pertengahan yang ditandai dengan munculnya gerakan
Renaissance yang berarti kelahiran kembali. Tujuan utamanya adalah
merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup Kristiani dengan mengaitkan
filsafat Yunani dengan ajaran agama Keristen.
Bagian akhir buku ini menjelaskan
tentang filsafat Analitis dan Strukturalis. Kedua filsafat tersebut �merupakan dua aliran filsafat yang mempunyai
pengaruh besar dewasa ini. Tokoh aliran filsafat analitis adalah Ludwig Josef
Johan Wittgenstein. Sumbangannya yang terbesar adalah pemikirannya tentang
pentingnya bahasa. Ia
mencita-citakan suatu bahasa yang ideal, lengkap,formal dan memberikan
kemungkinan bagi penyelesaian masalah-masalah kefilsafatan. Sedang tokoh� Strukturalisme adalah J.Lacan, menurut
pemikirannya bahasa terdiri dari sejumlah termin yang ditentukan oleh
posisi-posisinya satu terhadap yang lain. Menurut pendapatnya kita baru menjadi
pribadi apabila kita mengabdikan diri pada permainan bahasa. Kalau orang tidak
lagi mengabdikan diri pada aturan tersebut, ia tidak lagi bersifat pribadi
(maksudnya orang gila yang bicara dengan Neo-Logisme).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Ragu Untuk Menjadi Yang Terbaik.....!